Home Berita Bangun Mini Ancol di Sembulang
Bangun Mini Ancol di Sembulang PDF Print E-mail
Written by admin   
Wednesday, 02 September 2009 11:02
Kepriproperti.com - Pengusaha tempatan Titus Narjono yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Rempang Galang (Hiperlang), akan membangun mini Ancol di Sembulang.

Tahap awal pembangunan mini Ancol ini, ditandai dengan pendirian restaurant and seafood.
”Habis bagaimana lagi, tanah Rempang-Galang (Relang) status quo terus. Sementara investor yang kita ajak bermitra, mana tahan menunggu status quo yang tak jelas kapan batas waktunya,” ujar Titus, kepada Batam Pos usai pesta anak pulau sebagai rangkaian penutupan acara hari ulang tahun (HUT) ke-64 kemerdekaan RI di Sembulang, Kamis (20/8).

Di Sembulang, kata Titus, pihaknya akan membangun kampung wisata sesuai dengan arahan Pemerintah Kota (Pemko) Batam bahwa daerah perkampungan tua dijadikan tujuan kunjungan wisata. ”Usai membangun seafood, berikutnya saya akan membangun pondok wisata.

Pelan-pelan mas, habis dananya dari swadaya sendiri. Kita tunjukkan dulu kepada investor bahwa kita mampu. Kalau sudah jadi, tentu mereka tambah percaya,” ujar Titus.

Semua fasilitas yang akan dibangun di kampung wisata Sembulang, ungkap Titus, meniru konsep Ancol. ”Kalau semua siap, ada kolam renang, kolam pemancingan ikan, kolam budidaya ikan, seluncuran air, pasar tempat jajanan makanan untuk masyarakat umum, dan fasilitas lainnya,” jelasnya.

Pantai sepanjang 2 kilometer yang merupakan lahan leluhur Titus, dibangun pondok wisata tempat turis menginap. ”Kita bangun resort sepanjang 2 kilometer ini. Tapi, ini tentu jangka panjang. Kita mohon dukungan Wali Kota Batam, Otorita Batam dalam hal ini Badan Pengusahaan (BP) Kawasan, dan Ketua Dewan Kawasan pak Ismeth yang juga Gubernur Kepri. Tolong diberi laluan kepada putra tempatan untuk membangun negerinya,” ujar Titus.

Dengan konsep pembangunan berwawasan wisata di Sembulang ini, Titus akan melibatkan masyarakat tempatan untuk menampung hasil budidaya laut, menciptakan lapangan kerja, menampung hasil kerajinan masyarakat, dan sebagainya. ”Artinya, pengusaha mendapat keuntungan tentu masyarakat juga mendapat keuntungan. Nilai-nilai budaya juga dilestarikan seperti joget 60-an, dan kesenian lainnya untuk memberikan daya tarik kepada wisatawan yang berkunjung,” bebernya.

Diungkapkan Titus, ia akan sesegera mungkin membangun pondok wisata tersebut agar tidak kehilangan momentum visit Batam 2010.

”Melalui kesempatan ini, kami membuka diri kepada investor yang ingin bergabung, ” ajaknya. (ash)

Sumber : batampos.co.id
Last Updated on Wednesday, 02 September 2009 21:57
 
Propertianda.com